Minggu, 04 Maret 2012

Cara Pembuatan Minyak Kelapa Murni/VCO

Sebagaimana diketahui bahwa minyak kelapa pada umumnya dibagi menjadi dua kategori yaitu minyak yang disuling, dikelantang/diputihkan dan dihilangkan bauhnya (Refined , Bleached and Deodorized); dan Virgin Coconut Oil atau minyak kelapa murni terbuat dari daging kelapa segar.

Refined, Bleached and Deodorized terbuat dari kopra (daging kelapa yang dijemur matahari atau diasapi/dipanggang di atas bara api). Kondisi bahan ini relatif kotor dan mengandung bahan asing yang mempengaruhi hasil akhirnya. Bahan asing ini bisa berupa jamur, tanah, sampah dan kotoran-kotoran lainnya. Banyaknya kotoran dan jamur sangat mempengaruhi warna dan bau minyak. Minyak mentah (crude oil) yang dihasilkan bisa berwarna coklat tua sampai
keabuan dan berbau tengik menyengat. Untuk menghasilkan minyak goreng yang laku dijual dimasyarakat pabrikan memproses lebih lanjut dengan menyuling memakai pelarut kimia dan menghilangkan baunya, yakni menambahkan bahan kimia seperti beberapa jenis soda (NaOH atau KOH), serta untuk menghilangkan bauhnya maka disaring minyaknya melalui karbon aktif.
Tentu saja semua ini sangat mempengaruhi viscositas (tingkat kekentalan), BD (berat jenis), titik beku, rasa, bau dan sebagainya. Pada umumnya yang membedakan dengan mudah adalah baunya dihilangkan dan rasanya hambar. Minyak RBD masih bisa digunakan untuk keperluan makanan di rumah tangga dan industri.

Virgin Coconut Oil atau minyak kelapa murni terbuat dari daging kelapa segar.
Proses pembuatan minyak kelapa murni sangatlah muda, dengan menggunakan peralatan yang sangat sederhana sehingga dapat dilakukan oleh siapa saja, terlebih lagi petani kelapa.

Proses pembuatanya minyak kelapa murni adalah :
1.Pembuatan santan kelapa :
a.Kupas sabut kelapa dengan slumbat atau parang/golok sampai sabut tersebut terpisah dari daging buah kelapa yang masih terbungkus oleh tempurung kelapa.
b.Belah kelapa yang masih terselubungi oleh tempurung kelapa menggunakan parang/golok.
c.Congkel daging buah kelapa yang masih melekat pada tempurung menggunakan pisau penyukil.
d.Cuci daging buah kelapa yang sudah terkumpul di dalam ember. Pencucian sebaiknya menggunakan air mengalir agar lebih cepat bersih, di samping juga lebih bersifat higienis.
e.Parut buah kelapa tersebut dengan parutan atau mesin pemarut kelapa.
f.Campurkan air ke dalam hasil parutan dengan perbandingan 10 : 6. Artinya, dari hasil parutan 10 butir kelapa ditambahkan 6 liter air. Apabila jumlah air yang ditambahkan terlalu sedikit, kemungkinan masih ada sisa minyak yang tertinggal di dalam ampas kelapa. Namun, bila penambahannya terlalu banyak, hanya akan menyulitkan saat membuang air karena jumlah air dibandingkan minyak dalam santan jauh lebih banyak.
g.Remas-remas dan peras santan menggunakan tangan. Tujuannya yaitu untuk mengeluarkan seluruh kandungan gizi, terutama minyak yang terdapat dalam butiran daging buah kelapa yang sudah halus. Semakin lama peremasan tentu saja akan menghasilkan minyak dalam santan yang lebih banyak. Sebaiknya peremasan dihentikan manakala air bilasan air sudah tidak berwarna putih (agak bening). Hal ini menandakan bahwa kandungan santan sudah berkurang.
h.Saring santan menggunakan kain saring untuk memisahkan antara santan dengan ampasnya. Peras ampas yang masih terdapat di dalam kain saring agar sisa santan yang masih terdapat di dalam ampas bisa keluar semuanya.

2.Pembuatan minyak kelapa
a.Endapkan santan pada ember transparan minimal satu jam hingga terbentuk krim santan (kanil/kepala santan) dan skim santan. Krim santan berada di bagian atas karena mengandung minyak dalam jumlah banyak. Ambil air (bagian bawah) dengan selang hingga tingggal tersisa krim bagian atasnya.
b.Masukkan skrim santan kedalam wajan/kuali dan masak di atas tungku/kompor dengan suhu sekitar 100-110° C. Panaskan hingga mendidih. Aduk-aduk santan selama proses pemasakan agar panas yang diterima oleh santan bisa merata.
c.Matikan api kompor bila sudah terbentuk minyak dan blondo. Lama waktu yang dibutuhkan sampai terbentuk minyak berkisar 3-4 jam. Umumnya, minyak tersebut tidak berwarna bening, tetapi sedikit kekuningan. Sementara blondo berwarna kecokelatan. Saring blondo dari minyak menggunakan serok. Upayakan penyaringan berjalan dengan sempurna agar tidak ada lagi sisa blondo yang terdapat di dalam minyak.

3.Penyaringan
Penyaringan di sini tidak bertujuan untuk menjernihkan warna minyak kelapa. Penyaringan dilakukan dengan kain dan kertas saring. Adapun cara penyaringan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut.
a.Pasang kain pada corong yang telah dihubungkan dengan botol kaca. Sedikit demi sedikit, tuang minyak kelapa ke dalamnya.
b.Saring hasil saringan pertama dengan kertas saring. Adapun cara penyaringannya sama dengan penyaring dengan kain.

Pralatan - pralatan :
Slumbat, Parang/golok, Ember, Penyukil, Mesin pemarut, Kain saring santan, Stoples, Selang, Wajan, Pengaduk, Kompor, Kain saring, Kertas saring.
Baca dan praktekkan serta jangan lupa ikuti proses pembuatan minyak kelapa tersebut di atas sampai anda berhasil, dan saya yakin anda pasti bias membuatnya.

3 komentar:

  1. Klenthik Putih adalah Minyak Kelapa Murni / VCO yang dibuat tanpa penambahan bahan kimia dan tanpa proses pemanasan sehingga menjaga kualitas kandungan yang ada didalamnya. Kunjungi kami: www.klenthikputih.com

    BalasHapus
  2. kami menyediakan berbagai macam produk makanan beku, sosis, baso, kentang, kentang, mini pao, dll.

    BILA ANDA berminat utk menjadi mitra kami dapat di hub ke : 0812 1033 4943 ( BENEDICTUS )

    BalasHapus
  3. Selain herbal yang disebutkan di artikel ini, ada jg daun insulin (daun yakon) juga bantu untuk turunkan kadar gula darah.

    Apalagi jika daun insulin (daun yakon) dikombinasi dengan herbal sambiloto dan meniran, semua dalam satu kapsul jadi kapsul yakon plus...

    untuk info jelasnya... Klik aja >>
    http://berkhasiat.web.id/jualan/diabetes-herbal-kapsul-yakon-plus/

    Atau langsung pesan ke Ryan 0813-80-262524 (SMS/WhatsApp/Telegram/Line)



    BalasHapus